Review Le Petit Prince, Pangeran Cilik

Judul Asli : Le Petit Prince
Tahun Terbit : 1943
Penulis : Antoine de Saint-Exupéry
Penerjemah : Henri Chambert-Loir

Cover Depan yang khas
Cover Depan yang khas

Buku ini pertama kali saya temukan di bagian bawah rak-rak buku perpustakaan kecamatan. Saya merasa beruntung tinggal di dekat kompleks kantor kecamatan; dekat sama kantor pak camat, kantor ranting pramuka dan perpustakaan. Hehe. Yang saya rindukan dari perpustakaan kecamatan adalah bau kertas buku yang khas. Saking lawasnya, bau kertas dalam buku di perpustakaan bisa menjadi aroma seluruh ruangan perpustakaan. Lembaran-lembaran di buku juga banyak yang sudah menguning. Kartu anggota masih dibuat dengan menggunakan mesin tik. Meskipun begitu koleksi buku perpustakaan kecamatan saat itu cukup lengkap dan berkualitas, seperti Lima Sekawan, Agatha Christie, Mira W, Marga T, sampai Trio Detektif Alfred Hitchook. Termasuk buku Pangeran Cilik. Yang masih saya ingat adalah gambar ilustrasi pengarang di halaman pertama, yaitu gambar ular sanca yang sedang melilit tikus, serta gambar di halaman kedua yang menyerupai sebuah topi koboi. Jujur waktu pertama kali membaca saya nggak paham dengan bahasanya, dan tidak terlalu ingat jalan cerita secara keseluruhan. Entah mengapa tiba-tiba ketika saya lulus kuliah saya terinat dengan buku ini dan ingin membaca ulang buku tersebut. Namun ternyata pencarian saya terhadap buku ini tidak mudah. Saya mencari ke seluruh toko buku besar di Yogya, namun tidak berhasil. Akhirnya saya pun order secara online dan itu pun saya harus menunggu kurang lebih 2 minggu sampai barang ready. Perjuangan saya pun terbayarkan, berbeda dengan waktu pertama kali membaca, kali ini saya cukup mengerti apa yang disampaikan oleh penulis. Buku ini memang seperti buku untuk anak-anak, padahal kenyataannya buku ini adalah buku untuk org dewasa agar bisa lebih memahami ‘anak-anak’ di sekitar mereka.

Halaman Pertama
Halaman Pertama

Halaman pertama kita akan disuguhi ilustrasi pengarang berbentuk seperti topi koboi, padahal itu adalah gambar ular sanca yang sedang menelan gajah. Itu adalah gambar penulis ketika masih kecil. Ketika orang dewasa menganggap arti gambar itu tidak penting, dan bahwa belajar ilmu bumi dan ilmu hitung lebih penting, maka hilanglah sudah bakat menggambar dari sang anak. Bukankah ini yang sangat sering dilakukan orang dewasa 😛 . Jalan cerita diawali dengan terdamparnya pesawat yang dikemudikan oleh penulis di gurun Sahara. Saat itulah dia bertemu dengan pangeran cilik berambut keemasan yang minta digambarkan domba kecil.pangeran cilik itu pun pada akhirnya menjadi teman penulis dalam melewati hari-hari di gurun Sahara selama delapan hari. Sebelum akhirnya pesawat penulis dapat diperbaiki dan saat itu pulalah pangeran cilik kembali ke planet asalnya.
Selama menemani penulis, pangeran cilik banyak bercerita tentang planet asalnya. Berdasarkan penulis, pangeran cilik mungkin berasal dari planet Asteroid B612  . Ada yang unik dalam penceritaan penulis tentang planet Asterois B612, berikut kutipannya:
Asteroid itu hnaya satu kali dilihat dngan teleskop pada tahun 1909 oleh astronom Turki. Ia mengemukakan penemuannya dengan panjang-lebar pada suatu Kongres Astronomi Internasional. Tapi tidak seorang pun memercayainya gara-gara pakaiannya. Begituah orang-orang dewasa.”

Namun pada akhirnya penulis memilih untuk tidak mempersoalkan dari planet mana pangeran cilik berasal karena orang dewasa hanya memedulikan angka-angka. Padahal sungguh sangat memilukan jika pangeran cilik tinggal di sebuah planet kecil tanpa kawan.

Buku ini sesungguhnya adalah nasihat untuk orang dewasa yang dikisahkan melalui sudut pandang pangeran cilik. Setiap nasihat dikemas melalui perjalanan pangeran cilik dari satu planet ke planet lain. Bertemu dengan penghuni masing-masing planet, mulai dari orang sombong, peramal, raja sampai pemabuk. Juga melalui interaksi interaksi antara penulis dan pangeran cilik yang sungguh unik dan menggelitik. Saya sering mengangguk-anggukkan kepala sendiri ketika membaca. Terjemahan yang sangat baik juga menjadi salah satu faktor pendukung tercapainya keberhasilan pesan yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca.

Sebelum buku ini hilang dari peredaran, kamu wajib membelinya. Never regret to have this great book, one of my favourite book. 5/5.

2 thoughts on “Review Le Petit Prince, Pangeran Cilik

Add yours

Mind to share your comments ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Up ↑

%d bloggers like this: