Catatan Dua Bulan di Britania Raya

Akhirnya, setelah berkutat dengan assignments keluar juga tulisan pertama dari Birmingham. Kalau dibanding dengan teman-teman lain, tulisan saya ini bsia dibilang terlambat. Tapi bukankah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali?

Sudah lewat dari dua bulan saya menginjakkan kaki di bumi Britania Raya. Tempat dimana lahir revolusi industri yang mengubah sejarah dunia. Perjalanan saya ke Britania raya ini juga adalah kepergian saya pertama kali ke luar negeri. Katrok banget ya? Ke Singapur aja kagak pernah hehehe. Berada di atas awan dan duduk dalam ruang pesawat yang fancy tidak pernah tergambar dalam benak saya. Mimpi saya, saya ingin menuntut ilmu di luar negeri. Sejak kuliah, saya sangat sangat ingin sekali merasakan bagaimana rasanya berada dan belajar di belahan dunia yang lain, melihat kekuasaanNya dari sisi yang jarang dilihat. Namun, rupanya Allah menunda terlebih dahulu mimpi saya sampai akhirnya setelah kurang lebih lima tahun bekerja, saya mendapat kesampatan untuk bersekolah di Britania Raya dengan besiswa Chevening-HSBC. Proses seleksi chevening akan saya tulis pada cerita yang terpisah ya.
14876670_545496048980152_6062078631307972799_o

Berada ribuan kilometer dari kampung halaman tentunya menjadi hal yang sanagt menantang, mendebarkan sekaligus tidak mudah. Di sini, semua serba otomatis dan self-service. Kedekatan dengan orang-orang dari Indonesia menjadi sangat penting sebagai supporting system. Bukan berate kemudian tidak mingle dengan teman-teman dari negara lain, tapi ada beberapa hal yang hanya bisa dipahami oleh rekan dari Indonesia, contohnya KEROKAN!!! Yess, setelah beberapa bulan bertahan dengan dinginnya cuaca, menyerah juga saya tadi malam kerokan. LOL. Awal kedatangan, saya masih disambut matahari meskipun angin sudah mulai kencang. Memasuki bulan Desember, matahari semakin jarang muncul, waktu siang juga menjadi sangat pendek. Menjaga kesehatan dengan makanan yang bernutrisi dan olahraga menjadi kunci penting untuk bisa bersahabat dengan iklim yang sangat jauh berbeda dengan negara tropis.

Meskipun begitu, Alhamdulillah tidak henti-hentinya bersyukur atas apa yang sudah Allah berikan. Sudah dua bulan lebih berada di bumi Britania, melihat kekuasaanNya dari sisi yang lain. Semoga bisa memanfaatkan waktu yang tersisa sebaik-baiknya. Sebanyak mungkin mengumpulkan bekal ilmu untuk dibawa dan diamalkan di tanah bumi pertiwi. Semoga Allah mengizinkan. Saya selalu ingat yang dikatakan Ummi dan Abi ketika pagi-pagi buta setelah subuh melihat santrinya terkantuk-kantuk di kelas. Intinya, jika kita berniat dan bersungguh- sungguh menuntut ilmu maka ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara akan senantiasa mendoakan kita. Masha Allah. Berikut ini redaksi aslinya,
Imam Tarmizi meriwayatkan bahwa Abu Umamah Al Bahil telah berkata : Bahwasannya Rasulullah bersabda :
“Kelebihan orang alim (ulama) atas ahli ibadat adalah seperti kelebihanku ke atas orang yang paling rendah di antara kamu”. Kemudian Bagianda bersabda lagi: “sesungguhnya para malaikat dan penduduk langit dan bumi hinggakan semut dalam lubangnya berserta ikan berselawat (berdoa) untuk orang-orang yang mengajar kebaikan kepada manusia.” (HR Imam Tarmizi)

Tulisan ini menjadi tulisan pembuka catataan-catatan slelanjutnya. Insya Allah tulisan sleanjutnya akan membahas tentang Chevening dan course yang saya ambil di University of Birmingham. Sampai jumpa !

Mind to share your comments ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Up ↑

%d bloggers like this: